perbedaan IELTS dan TOEFL
Home » Blog » Perbedaan IELTS dan TOEFL untuk Syarat Kuliah di Luar Negeri: Panduan Lengkap Sebelum Daftar Kampus Impianmu

Perbedaan IELTS dan TOEFL untuk Syarat Kuliah di Luar Negeri: Panduan Lengkap Sebelum Daftar Kampus Impianmu

Bagi kamu yang bermimpi melanjutkan pendidikan di luar negeri, satu hal yang hampir pasti menjadi syarat wajib adalah sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Dua nama yang paling sering muncul dalam daftar persyaratan pendaftaran kampus internasional adalah IELTS dan TOEFL. Namun, banyak pelajar Indonesia yang masih bingung menentukan tes mana yang sebaiknya diambil, apalagi ketika keduanya sama-sama diterima oleh universitas tujuan.

Memahami perbedaan IELTS dan TOEFL sejak awal sangat penting agar kamu bisa mempersiapkan diri dengan strategi yang tepat. Salah pilih tes bisa membuat persiapanmu kurang maksimal, sementara memilih yang sesuai dengan gaya belajarmu justru bisa meningkatkan peluang meraih skor tinggi. Artikel ini akan membantumu memahami keduanya secara menyeluruh, mulai dari definisi, perbedaan mendasar, hingga tips memilih yang paling cocok untuk perjalanan kuliah di luar negeri dan berburu beasiswa di luar negeri.

Apa Itu IELTS dan TOEFL?

Sebelum membahas perbedaannya, mari kita pahami dulu apa itu IELTS dan TOEFL secara umum.

IELTS (International English Language Testing System) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang dikelola bersama oleh British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment English. Tes ini banyak digunakan sebagai syarat masuk universitas di negara-negara persemakmuran seperti Inggris, Australia, Selandia Baru, dan juga semakin populer di Kanada. IELTS menggunakan aksen bahasa Inggris British sebagai standar utamanya, meski beberapa variasi aksen juga muncul dalam sesi listening.

Sementara itu, TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dikelola oleh ETS (Educational Testing Service), sebuah lembaga asal Amerika Serikat. TOEFL, khususnya versi TOEFL iBT (internet-Based Test), sangat populer di kalangan universitas di Amerika Serikat dan banyak digunakan sebagai standar bagi pelajar internasional yang ingin kuliah di negara tersebut. Aksen yang digunakan dalam TOEFL cenderung American English.

Kedua tes ini bertujuan mengukur empat keterampilan berbahasa Inggris yang sama, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Meski begitu, cara pengujian dan format soalnya cukup berbeda, dan inilah yang akan kita bahas lebih dalam.

Perbedaan IELTS dan TOEFL yang Perlu Kamu Ketahui

Meskipun tujuannya serupa, IELTS dan TOEFL memiliki sejumlah perbedaan mendasar yang bisa memengaruhi kenyamanan dan performamu saat mengerjakan tes. Berikut penjelasannya.

1. Format dan Jenis Soal

Perbedaan paling mencolok terletak pada format soal. TOEFL iBT didominasi soal pilihan ganda di hampir semua bagian, termasuk Reading dan Listening. Ini cocok bagi kamu yang lebih nyaman dengan format terstruktur dan terbiasa dengan tes pilihan ganda.

Sebaliknya, IELTS menawarkan variasi tipe soal yang lebih beragam, seperti mengisi bagian kosong, mencocokkan informasi, melengkapi diagram, hingga menjawab pertanyaan singkat. Variasi ini menuntut fleksibilitas, tetapi juga terasa lebih dinamis bagi sebagian peserta.

2. Tes Speaking

Pada bagian Speaking, IELTS mengadakan wawancara langsung tatap muka dengan seorang penguji (examiner). Kamu akan berbicara secara real-time layaknya percakapan nyata, yang bagi sebagian orang terasa lebih natural.

TOEFL iBT menggunakan pendekatan berbeda. Kamu akan berbicara ke mikrofon dan jawabanmu direkam untuk kemudian dinilai. Metode ini cocok bagi kamu yang merasa lebih tenang berbicara tanpa berhadapan langsung dengan penguji, tetapi kurang ideal bagi yang menyukai interaksi manusia.

3. Durasi dan Struktur Tes

TOEFL iBT umumnya berlangsung sekitar dua jam dengan seluruh sesi dikerjakan dalam satu waktu di depan komputer. IELTS memiliki durasi kurang lebih dua jam empat puluh lima menit, dengan kemungkinan sesi Speaking dijadwalkan di hari yang berbeda, tergantung lokasi tes.

4. Sistem Penilaian

IELTS menggunakan sistem band score dengan rentang 0 hingga 9, termasuk pecahan seperti 6.5 atau 7.5. Sistem ini memberikan gambaran level kemampuan yang cukup detail. Sementara itu, TOEFL iBT menggunakan skala total 0 hingga 120, dengan masing-masing dari empat bagian bernilai maksimal 30 poin.

5. Format Pelaksanaan

IELTS menyediakan dua opsi, yaitu berbasis kertas (paper-based) dan berbasis komputer (computer-delivered), sehingga kamu bisa memilih sesuai preferensi. TOEFL iBT umumnya dilaksanakan secara online melalui komputer, baik di pusat tes maupun versi at-home yang tersedia di beberapa wilayah.

6. Negara dan Institusi Tujuan

Meski kini banyak universitas menerima keduanya, ada kecenderungan geografis yang perlu diperhatikan. IELTS lebih dominan di Inggris, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan TOEFL lebih umum diminta oleh kampus-kampus di Amerika Serikat. Karena itu, memilih tes sebaiknya juga mempertimbangkan negara tujuan studimu.

FAQ Seputar Syarat IELTS dan TOEFL untuk Daftar Kampus Luar Negeri

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan pelajar Indonesia seputar syarat tes bahasa Inggris.

Skor IELTS atau TOEFL berapa yang dibutuhkan untuk kuliah di luar negeri?

Persyaratan skor sangat bervariasi tergantung universitas dan program studi. Secara umum, banyak program sarjana meminta IELTS minimal 6.0 hingga 6.5 atau TOEFL iBT sekitar 79 hingga 90. Program pascasarjana dan beasiswa biasanya menetapkan standar yang lebih tinggi. Selalu cek persyaratan resmi dari kampus tujuanmu.

Mana yang lebih mudah, IELTS atau TOEFL?

Tidak ada jawaban pasti karena tingkat kesulitannya bersifat subjektif. Semuanya bergantung pada gaya belajar dan kenyamananmu. Jika kamu lebih suka berbicara langsung dan menyukai variasi soal, IELTS mungkin lebih cocok. Jika kamu nyaman dengan pilihan ganda dan format digital, TOEFL bisa menjadi pilihan tepat.

Apakah sertifikat IELTS dan TOEFL bisa dipakai untuk mendaftar beasiswa?

Ya. Sebagian besar program beasiswa di luar negeri mensyaratkan salah satu dari kedua sertifikat ini sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris. Pastikan sertifikatmu masih berlaku, karena umumnya masa berlaku IELTS dan TOEFL adalah dua tahun sejak tanggal tes.

Berapa lama sertifikat IELTS dan TOEFL berlaku?

Kedua sertifikat umumnya berlaku selama dua tahun. Perhatikan jadwal pendaftaran kampus atau beasiswa agar sertifikatmu tidak kedaluwarsa saat proses aplikasi berlangsung.

Bagaimana Edlink+ConneX bisa membantu?

Sebagai mitra pendidikan yang berpengalaman, Edlink+ConneX membantu pelajar Indonesia dalam merencanakan studi ke luar negeri, mulai dari memilih tes bahasa Inggris yang sesuai, memahami persyaratan kampus, hingga pendampingan proses aplikasi universitas dan beasiswa. Tidak hanya itu, Edlink+ConneX juga menyediakan kelas persiapan IELTS untuk membantu kamu meraih skor terbaik sesuai target kampus dan beasiswa impian. Dengan bimbingan yang tepat serta persiapan yang terarah, kamu bisa mempersiapkan setiap langkah menuju studi ke luar negeri secara lebih percaya diri.

Menentukan Pilihan Terbaik untuk Masa Depanmu

Memahami perbedaan IELTS dan TOEFL adalah langkah awal yang krusial dalam perjalanan menuju kampus impian di luar negeri. Keduanya sama-sama diakui secara internasional, jadi kunci utamanya adalah mengenali gaya belajarmu, mempertimbangkan negara tujuan, dan menyesuaikan dengan persyaratan program studi maupun beasiswa yang kamu incar.

Jangan biarkan kebingungan memilih tes menghambat impianmu. Dengan persiapan yang matang dan bimbingan yang tepat, peluang untuk kuliah di luar negeri dan meraih beasiswa di luar negeri akan semakin terbuka lebar.

Siap mewujudkan mimpi studi ke luar negeri? Konsultasikan rencana pendidikanmu bersama tim ahli Edlink+ConneX sekarang juga. Dapatkan panduan personal mulai dari pemilihan tes bahasa Inggris, seleksi kampus, hingga strategi meraih beasiswa. Kunjungi website Edlink+ConneX dan mulai langkah pertamamu menuju pendidikan kelas dunia hari ini juga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *