TOEFL PBT
Home » Blog » Apa itu TOEFL PBT: Ketentuan dan Syarat untuk Study Abroad Program

Apa itu TOEFL PBT: Ketentuan dan Syarat untuk Study Abroad Program

Bagi banyak pelajar Indonesia yang bermimpi kuliah ke luar negeri, sertifikat kemampuan bahasa Inggris adalah tiket pertama yang harus dikantongi. Salah satu nama yang paling sering muncul dalam pencarian adalah TOEFL PBT. Istilah ini kerap dianggap sebagai “TOEFL kertas” yang legendaris di kalangan pemburu beasiswa luar negeri. Namun, sebelum kamu buru-buru mendaftar, penting untuk memahami bahwa format ini sudah banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu TOEFL PBT, ketentuan dan syaratnya, hingga bagaimana kaitannya dengan rencana study abroad program kamu. Simak sampai selesai agar kamu tidak salah pilih tes saat mempersiapkan aplikasi kuliah maupun beasiswa.

Apa itu TOEFL PBT?

TOEFL PBT adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language Paper-Based Test, yaitu versi TOEFL yang dikerjakan menggunakan kertas dan pensil. Tes ini dikembangkan oleh Educational Testing Service (ETS) untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang dalam konteks akademik, khususnya bagi penutur non-Inggris yang ingin melanjutkan studi ke negara berbahasa Inggris.

Perlu dicatat sejak awal: ETS secara resmi telah menghentikan penyelenggaraan TOEFL PBT klasik, dan versi TOEFL iBT Paper Edition juga tidak lagi ditawarkan setelah 20 Januari 2024. Meski begitu, istilah “TOEFL PBT” masih sangat populer di Indonesia. Dalam praktiknya, tes berbasis kertas yang masih tersedia dan paling banyak digunakan pelajar Indonesia saat ini adalah TOEFL ITP (Institutional Testing Program), yang menggunakan format dan skala skor identik dengan PBT, yaitu 310-677.

Karena itu, ketika kamu membaca syarat kampus atau beasiswa yang meminta “TOEFL PBT 550″, besar kemungkinan yang dimaksud adalah skor pada skala tersebut, yang kini paling praktis diperoleh melalui TOEFL ITP. Memahami perbedaan ini akan menyelamatkan kamu dari salah daftar tes yang tidak diterima institusi tujuan.

Struktur, Ketentuan, dan Syarat TOEFL PBT

Secara format, TOEFL PBT dikerjakan dalam waktu sekitar 140-150 menit dan terdiri dari beberapa bagian yang menguji kemampuan mendengar, tata bahasa, dan membaca. Berikut susunan umumnya.

  1. Listening Comprehension. Bagian ini mengukur kemampuan memahami percakapan dan ceramah dalam bahasa Inggris lisan. Peserta diberi waktu sekitar 30-40 menit untuk menjawab kurang lebih 50 soal.
  2. Structure and Written Expression. Inilah bagian khas TOEFL berbasis kertas yang tidak ada padanannya di tes lain. Peserta diminta melengkapi kalimat yang rumpang serta menemukan kesalahan tata bahasa dalam teks tertulis.
  3. Reading Comprehension. Bagian ini menilai kemampuan memahami bacaan akademik. Peserta membaca beberapa teks lalu menjawab pertanyaan yang menguji pemahaman isi, kosakata, dan inferensi.

Ketiga bagian di atas dinilai dalam rentang skala tertentu, lalu digabung menjadi skor total pada rentang 310-677. Ada pula komponen Test of Written English (TWE) atau menulis yang dilaporkan terpisah dengan skala 0-6 dan tidak masuk hitungan skor total. Perlu diingat pula bahwa TOEFL PBT klasik tidak memiliki bagian Speaking, berbeda dengan TOEFL iBT modern.

Untuk ketentuan dan syarat mengikuti tesnya, poin-poin berikut umumnya berlaku:

  • Peserta wajib membawa identitas resmi yang masih berlaku, seperti paspor, sesuai ketentuan pusat tes.
  • Seluruh bagian tes harus diselesaikan untuk memperoleh skor resmi. Mengambil satu bagian saja tidak diperbolehkan.
  • Skor TOEFL berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes. Setelah masa itu, kamu perlu mengikuti tes ulang.
  • Barang pribadi biasanya dilarang dibawa ke ruang ujian demi menjaga keamanan dan kejujuran akademik.

Berapa skor yang dianggap baik? Jawabannya bergantung pada tujuan. Untuk keperluan pendaftaran kuliah dan beasiswa luar negeri, banyak kampus mematok skor minimal setara 500-550 pada skala 310-677, sementara program pascasarjana atau beasiswa kompetitif sering menuntut angka lebih tinggi. Selalu cek persyaratan resmi kampus dan penyelenggara beasiswa tujuanmu, karena setiap institusi memiliki ambang batas berbeda, bahkan kadang menetapkan skor minimal per bagian.

Satu hal yang sering terlewat: tidak semua universitas menerima skor berbasis kertas. Sebagian kampus, terutama di Amerika Serikat dan Australia, kini hanya menerima TOEFL iBT. Karena itu, sebelum memilih jenis tes, pastikan format yang kamu ambil benar-benar diakui oleh institusi dan program beasiswa yang kamu incar.

FAQ Seputar TOEFL PBT dan Edlink+ConneX

Apakah TOEFL PBT masih bisa diambil di Indonesia?
TOEFL PBT versi klasik dari ETS sudah dihentikan. Namun, tes berbasis kertas dengan skala skor yang sama, yaitu TOEFL ITP, masih tersedia dan banyak digunakan di Indonesia untuk keperluan institusional. Untuk memastikan tes mana yang sesuai dengan tujuanmu, konsultasi dengan konselor pendidikan sangat dianjurkan.

Apakah skor TOEFL PBT bisa dipakai untuk mendaftar beasiswa luar negeri?
Bisa, selama institusi atau penyelenggara beasiswa yang kamu tuju menerima skor pada skala 310-677. Sebagian besar beasiswa dan kampus juga menerima
TOEFL iBT, sehingga penting mencocokkan jenis tes dengan syarat resmi program.

Berapa lama skor TOEFL berlaku?
Skor
TOEFL berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes. Setelah masa itu berakhir, kamu perlu mengikuti tes ulang bila ingin menggunakannya kembali untuk aplikasi.

Apa peran Edlink+ConneX dalam persiapan kuliah ke luar negeri?
Edlink+ConneX adalah konsultan pendidikan internasional yang membantu pelajar Indonesia merencanakan studi ke luar negeri, mulai dari pemilihan negara, universitas, hingga pemenuhan syarat bahasa dan dokumen. Tim Edlink+ConneX dapat membantu kamu memahami jenis tes bahasa Inggris yang tepat sesuai negara dan program tujuan, sehingga persiapanmu lebih terarah.

Apakah Edlink+ConneX membantu pencarian beasiswa?
Ya. Sebagai penyalur kuliah di luar negeri, Edlink+ConneX mendampingi calon mahasiswa dalam mengeksplorasi pilihan kampus dan peluang beasiswa yang sesuai dengan profil akademik dan finansial mereka. Konsultasi ini membantu kamu menyusun strategi aplikasi yang lebih matang.

Persiapkan Study Abroad Program Kamu Bersama Edlink+ConneX

Memahami apa itu TOEFL PBT, ketentuan, dan syaratnya adalah langkah awal yang penting. Namun, memilih tes yang tepat hanyalah satu bagian kecil dari perjalanan panjang menuju kampus impian di luar negeri. Kamu masih perlu memikirkan pemilihan negara, jurusan, dokumen aplikasi, hingga strategi meraih beasiswa luar negeri yang kompetitif.

Di sinilah pendampingan yang tepat menjadi pembeda. Edlink+ConneX siap membantu kamu memetakan seluruh rencana study abroad program secara menyeluruh, dari persiapan bahasa hingga keberangkatan. Jangan biarkan kebingungan soal jenis tes atau persyaratan kampus menghambat langkahmu. Konsultasikan rencana studimu sekarang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *