Bingung Memilih Negara untuk Kuliah Keluar Negeri? Simak Perbandingan 4 Destinasi Top Dunia Ini!
Home / Study in UK / Bingung Memilih Negara untuk Kuliah Keluar Negeri? Simak Perbandingan 4 Destinasi Top Dunia Ini!

Bingung Memilih Negara untuk Kuliah Keluar Negeri? Simak Perbandingan 4 Destinasi Top Dunia Ini!

Memutuskan untuk kuliah keluar negeri adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupmu. Rasanya campur aduk antara semangat membayangkan petualangan baru, tapi juga pusing tujuh keliling saat harus menentukan destinasi. Pilihan negaranya sangat banyak dan semuanya terlihat menjanjikan di brosur atau postingan Instagram teman. Namun, realitanya tidak seindah filter media sosial. Salah memilih negara untuk kuliah bisa berakibat fatal. Bayangkan jika kamu tipe orang yang suka keramaian kota metropolitan tapi malah terjebak di kota kecil yang sepi sunyi, atau kamu punya bujet terbatas tapi malah memilih negara dengan biaya hidup selangit tanpa peluang kerja paruh waktu. Setiap negara punya karakter, aturan visa, dan budaya yang unik. Apa yang cocok untuk temanmu belum tentu cocok untukmu. Oleh karena itu, riset mendalam adalah kunci agar kamu tidak menyesal di kemudian hari.

Dalam artikel panduan lengkap ini, kita akan membedah dan mengadu empat destinasi studi paling favorit bagi mahasiswa Indonesia yaitu Inggris (UK), Australia, Selandia Baru (New Zealand), dan Singapura. Kita akan melihat plus minusnya dari berbagai sudut pandang, mulai dari kualitas pendidikan, kesempatan kerja setelah lulus, biaya, hingga kecocokan budaya. Siapkan catatanmu dan mari kita mulai bedah satu persatu!

4 Destinasi Kuliah Keluar Negeri Top Dunia!

Kandidat 1: United Kingdom atau Inggris

Inggris adalah destinasi klasik yang punya aura prestise sangat kuat. Rumah bagi universitas tertua di dunia seperti Oxford dan Cambridge, serta puluhan kampus Russell Group lainnya.

Kelebihan Utama

Keunggulan terbesar kuliah di Inggris adalah durasi studi yang singkat. Mayoritas program S1 di Inggris berdurasi 3 tahun (kecuali Skotlandia yang 4 tahun), dan yang paling menarik adalah program S2 atau Master hanya berdurasi 1 tahun.

Bandingkan dengan negara lain untuk kulih keluar negeri yang umumnya memakan waktu 1,5 sampai 2 tahun untuk S2. Artinya, kamu bisa hemat biaya hidup selama satu tahun penuh dan bisa masuk ke dunia kerja lebih cepat. Dari segi ROI atau Return on Investment, hal ini sangat menguntungkan.

Selain itu, Inggris memiliki Graduate Route Visa, sebuah izin tinggal yang memperbolehkan mahasiswa internasional lulusan S1 dan S2 untuk tinggal dan mencari kerja di Inggris selama 2 tahun setelah lulus, atau 3 tahun bagi lulusan S3. Tanpa perlu sponsor perusahaan, kamu bebas bekerja di bidang apa saja.

Kekurangan dan Tantangan

Biaya hidup di Inggris, terutama London, terkenal sangat mahal. Biaya sewa tempat tinggal bisa memakan porsi terbesar dari bujet bulananmu. Selain itu, faktor cuaca juga sering jadi keluhan. Cuaca di Inggris cenderung mendung, hujan, dan berangin (gloomy), yang bagi sebagian orang Indonesia bisa mempengaruhi mood atau kesehatan mental.

Vibe dan Budaya

Inggris sangat kental dengan budaya sejarah, seni, dan sepak bola. Jika kamu suka museum, teater, atau nonton pertandingan bola langsung di stadion, negara ini adalah surga dunia. Masyarakatnya cenderung sopan namun agak tertutup (reserved) di awal. Kehidupan sosial mahasiswa sering berpusat di sekitar kampus dan pub culture yang santai.

Kandidat 2: Australia

Tetangga di selatan kita ini selalu jadi favorit karena jaraknya yang relatif dekat dan gaya hidupnya yang seimbang.

Kelebihan Utama

Australia menawarkan work life balance yang luar biasa. Budaya kerjanya santai tapi profesional. Salah satu daya tarik utamanya adalah aturan kerja paruh waktu (part time) bagi mahasiswa. Pemegang visa pelajar diizinkan bekerja hingga 48 jam per dua minggu. Gaji minimum di Australia adalah salah satu yang tertinggi di dunia, sehingga penghasilan part time ini sangat bisa diandalkan untuk menutup biaya hidup sehari-hari.

Setelah lulus, kamu bisa mengajukan Temporary Graduate Visa (Subclass 485). Durasi izin kerjanya bervariasi mulai dari 2 tahun sampai 4 tahun, tergantung jenjang studi dan lokasi kampusmu. Jika kamu kuliah di area regional (di luar Sydney, Melbourne, Brisbane), kamu bisa dapat bonus durasi visa yang lebih lama.

Secara akademis, Australia punya Group of Eight (Go8), aliansi 8 universitas riset terbaik yang konsisten masuk jajaran Top 100 dunia.

Kekurangan dan Tantangan

Biaya kuliah di Australia terus meningkat setiap tahunnya dan tergolong cukup mahal, terutama untuk jurusan medis dan teknik. Selain itu, biaya sewa akomodasi di kota besar seperti Sydney saat ini sedang mengalami krisis, membuatnya sangat mahal dan sulit dicari. Jarak antar kota di Australia juga sangat jauh, jadi mobilitasmu mungkin terbatas kecuali menggunakan pesawat.

Vibe dan Budaya

Orang Australia atau Aussies terkenal sangat ramah, santai (laid back), dan egaliter. Budaya kopi (coffee culture) dan aktivitas luar ruangan seperti surfing atau BBQ di pantai sangat kental di sini. Iklimnya juga lebih bersahabat bagi orang Indonesia, tidak sedingin Inggris atau Kanada.

Kandidat 3: New Zealand atau Selandia Baru

Jika kamu mencari ketenangan dan keamanan tingkat tinggi, Selandia Baru adalah jawabannya untuk pilihan kuliah keluar negeri kamu. Negara ini sering dinobatkan sebagai salah satu negara teraman dan paling damai di dunia.

Kelebihan Utama

Kualitas hidup di sini juara. Udaranya bersih, pemandangannya seperti lukisan (lokasi syuting Lord of the Rings), dan masyarakatnya sangat inklusif. Pemerintah Selandia Baru sangat melindungi hak mahasiswa internasional melalui Code of Practice for the Pastoral Care of International Students.

Selandia Baru juga menawarkan Post Study Work Visa hingga 3 tahun tergantung kualifikasi dan durasi studimu. Peluang untuk menetap atau mendapatkan residensi juga cukup terbuka jika kamu memiliki keahlian di bidang yang masuk dalam daftar kekurangan keterampilan (Green List).

Kekurangan dan Tantangan

Selandia Baru adalah negara kecil dengan populasi sedikit. Bagi kamu yang terbiasa dengan hiruk pikuk Jakarta atau Surabaya, Selandia Baru mungkin terasa terlalu sepi atau membosankan (too quiet). Pilihan hiburan malam atau pusat perbelanjaan tidak sebanyak di negara lain. Selain itu, biaya hidup dan barang-barang impor cenderung mahal karena lokasi negaranya yang terisolasi secara geografis.

Vibe dan Budaya

Sangat santai dan dekat dengan alam. Orang Selandia Baru atau Kiwis sangat ramah dan menghargai keseimbangan hidup. Budaya suku asli Māori juga sangat dihormati dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Cocok banget buat kamu yang hobi hiking, camping, atau fotografi alam.

Kandidat 4: Singapura

Negara tetangga yang sangat modern, efisien, dan dekat dengan rumah untuk pilihan kuliah keluar negeri.

Kelebihan Utama

Jarak adalah faktor penentu. Hanya butuh waktu terbang kurang dari 2 jam dari Jakarta, kamu sudah sampai. Ini memudahkanmu untuk pulang kampung jika ada urusan mendesak atau sekadar homesick.

Kualitas pendidikan di Singapura tidak perlu diragukan. Universitas seperti NUS konsisten berada di peringkat 1 Asia. Selain universitas negeri, banyak institusi swasta seperti SIM (Singapore Institute of Management) yang bekerja sama dengan universitas Inggris dan Australia, memungkinkanmu dapat gelar luar negeri tanpa harus pergi jauh.

Keamanan di Singapura juga sangat terjamin dengan tingkat kriminalitas yang sangat rendah. Makanan juga tidak akan jadi masalah karena cita rasanya sangat mirip dengan lidah Indonesia.

Kekurangan dan Tantangan

Biaya hidup di Singapura adalah salah satu yang termahal di dunia, terutama untuk sewa tempat tinggal. Persaingan akademis dan kerja di sini juga sangat ketat dan kompetitif (budaya kiasu), yang mungkin bisa menimbulkan tekanan stres bagi sebagian mahasiswa. Cuacanya panas dan lembab sepanjang tahun, sama persis seperti Indonesia, jadi kamu tidak akan merasakan pengalaman musim dingin.

Vibe dan Budaya

Sangat multikultural, efisien, disiplin, dan serba cepat (fast paced). Singapura adalah melting pot budaya Melayu, Tiongkok, India, dan Barat. Bahasa Inggris digunakan secara luas (Singlish), jadi komunikasi sangat mudah.

Perbandingan Singkat Negara Untuk Kuliah Keluar Negeri!

Agar lebih mudah membandingkan dalam proses memilih negara untuk kuliah keluar negeri, simak tabel ringkasan berikut:

Fitur Inggris (UK) Australia New Zealand Singapura
Durasi S1 3 Tahun 3 sampai 4 Tahun 3 Tahun 2 sampai 4 Tahun
Durasi S2 1 Tahun 1,5 sampai 2 Tahun 1,5 sampai 2 Tahun 1 sampai 2 Tahun
Visa Kerja Lulus 2 Tahun (Graduate Route) 2 sampai 4 Tahun (Subclass 485) Hingga 3 Tahun Tergantung Visa Kerja (EP/S Pass)
Iklim 4 Musim (Dingin/Hujan) 4 Musim (Hangat/Sedang) 4 Musim (Sejuk/Dingin) Tropis (Panas Lembap)
Jarak dari Indo Jauh (15 jam+) Sedang (5 sampai 7 jam) Jauh (10 jam+) Dekat (1,5 jam)

Faktor Penentu Negara Mana yang Cocok Buat Kamu Kuliah Keluar Negeri

Setelah melihat perbandingan di atas, bagaimana cara final memutuskannya? Coba refleksikan 3 pertanyaan ini ke dirimu sendiri.

1. Berapa Bujet Maksimal Kamu Untuk Kuliah Keluar Negeri?

Jika bujet adalah isu utama dan kamu ingin hemat waktu, Inggris (untuk S2) atau Singapura (jalur Diploma/Swasta) bisa jadi opsi efisien. Namun, jika kamu mengandalkan kerja paruh waktu untuk menutup biaya hidup, Australia menawarkan upah minimum tertinggi dan aturan kerja yang fleksibel.

2. Apa Tujuan Karir Jangka Panjangmu?

Apakah kamu ingin mengejar karir di industri keuangan global? London dan Singapura adalah pusatnya. Apakah kamu tertarik di bidang konservasi alam, agrikultur, atau energi terbarukan? New Zealand dan Australia adalah tempat belajar terbaik. Sesuaikan kekuatan industri negara tersebut dengan jurusan yang kamu ambil.

3. Tipe Kepribadian Seperti Apa Kamu?

Poin kepribadian ini seringkali dilupakan, padahal penting. Jika kamu introver yang butuh ketenangan dan alam, New Zealand akan membuatmu bahagia. Jika kamu ekstrover yang suka keramaian, museum, dan sejarah, Inggris adalah tempatmu. Jika kamu suka gaya hidup santai, pantai, dan kopi, Australia memanggilmu.

Kesimpulan

Tidak ada satu negara yang sempurna untuk semua orang. Negara terbaik adalah negara yang paling sesuai dengan kebutuhan akademik, kemampuan finansial, dan kepribadianmu. Proses memilih negara untuk kuliah memang butuh waktu dan pertimbangan matang. Jangan hanya ikut-ikutan teman. Ingat, memilih negara tujuan untuk studi adalah investasi masa depan dan membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Jika kamu masih merasa ragu atau butuh simulasi biaya yang lebih detail untuk masing-masing negara kuliah keluar negeri, jangan ambil risiko menebak nebak sendiri.

Hubungi konselor Edlink+ConneX sekarang. Kami memiliki pengalaman puluhan tahun mengirim mahasiswa ke empat negara destinasi top ini. Kami bisa memberikan pandangan objektif, membantu menghitung total biaya, dan mencocokkan profilmu dengan negara yang paling tepat untuk kuliah keluar negeri!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *