Beda IELTS dan TOEFL
Home » Blog » Beda IELTS dan TOEFL: Mana yang Lebih Tepat untuk Kuliah di Luar Negeri?

Beda IELTS dan TOEFL: Mana yang Lebih Tepat untuk Kuliah di Luar Negeri?

Kamu udah mantap mau kuliah di luar negeri, tapi begitu mau mulai persiapan tes bahasa Inggris, langsung muncul satu pertanyaan besar: mending ambil IELTS atau TOEFL? Pertanyaan ini kelihatannya sepele, tapi salah pilih bisa berujung tes ulang, buang waktu, dan buang uang jutaan rupiah. Banyak calon mahasiswa yang akhirnya ambil TOEFL karena merasa “lebih akrab”, padahal universitas tujuan mereka di Australia justru mensyaratkan IELTS.

Artikel ini akan membedah tuntas beda IELTS dan TOEFL dari segala sisi, mulai dari format tes, sistem penilaian, biaya, tingkat kesulitan, sampai mana yang paling relevan kalau kamu mau kuliah di Australia, Inggris, atau Amerika Serikat. Yuk kita mulai!

1. Apa Itu IELTS dan TOEFL? Kenalan Dulu Sebelum Pilih

IELTS (International English Language Testing System)

IELTS adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan bersama oleh British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment English. Tes ini dikembangkan dengan standar Inggris British, sehingga sangat diakui di negara-negara seperti Australia, Inggris, Selandia Baru, Kanada, dan Eropa.

IELTS tersedia dalam dua versi: IELTS Academic (untuk pendaftaran universitas) dan IELTS General Training (untuk keperluan imigrasi atau kerja). Kalau kamu mau kuliah S1 atau S2 di luar negeri, yang kamu butuhkan adalah IELTS Academic.

Skor IELTS menggunakan skala band 0 sampai 9. Sebagian besar universitas mensyaratkan minimal band 6.0 hingga 7.0 tergantung program studi. Kalau kamu mau tahu persiapan IELTS untuk kuliah luar negeri, Edlink+ConneX menyediakan panduan lengkapnya.

TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language Internet-Based Test)

TOEFL dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service) yang berbasis di Amerika Serikat. Standar bahasa yang digunakan adalah Inggris Amerika, dan tes ini paling banyak diakui oleh universitas di Amerika Serikat dan sebagian Kanada.

Tidak seperti IELTS yang punya beberapa versi, TOEFL saat ini paling umum dalam format iBT (internet-based). Skor TOEFL iBT menggunakan skala 0 sampai 120 poin, dengan masing-masing seksi (reading, listening, speaking, writing) bernilai maksimal 30 poin.

2. Tabel Perbandingan Lengkap: Beda IELTS dan TOEFL

Daripada panjang lebar, langsung cek tabel yang berisi ringkasan perbedaan paling penting yang perlu kamu tahu:

Perbandingan IELTS dan TOEFL iBT

AspekIELTSTOEFL iBT
PenyelenggaraBritish Council, IDP, CambridgeETS (Educational Testing Service) — Amerika
Format TesListening, Reading, Writing, SpeakingReading, Listening, Speaking, Writing
Format SpeakingWawancara langsung dengan examinerRekam suara melalui komputer
Durasi TesSekitar 2 jam 45 menitSekitar 3 jam (satu sesi)
Sistem SkorSkala 0–9 (band score)Skala 0–120 (poin)
Jenis WritingTask 1 (grafik/diagram) dan Task 2 (essay)Integrated task dan independent essay
AkseptansiAustralia, UK, NZ, Kanada, EropaAmerika Serikat dan sebagian Kanada
Biaya Tes± Rp 3,2–3,5 juta± Rp 3,0–3,4 juta
Masa Berlaku Skor2 tahun2 tahun
Pilihan FormatPaper-based atau computer-basedInternet-based (iBT)
Cocok untukKuliah di Australia, UK, NZ, Kanada, Eropa, AsiaKuliah di Amerika Serikat dan sebagian Kanada

* Pilihan tes sebaiknya disesuaikan dengan negara tujuan dan preferensi format ujian. 

Catatan penting: IELTS lebih banyak diterima oleh universitas di Australia, UK, NZ, Kanada, dan Eropa. TOEFL iBT lebih dominan di universitas Amerika Serikat. Keduanya sama-sama valid untuk kebanyakan institusi internasional.

3. Perbedaan Format Tes yang Paling Krusial

Format Listening

Listening di IELTS menggunakan aksen yang lebih beragam: British, Australian, American, dan Canadian. Kamu akan mendengarkan percakapan sehari-hari dan ceramah akademik, lalu menjawab pertanyaan. Total ada 40 soal yang harus diselesaikan dalam sekitar 30 menit.

Listening di TOEFL iBT lebih terfokus pada konteks akademik kampus: percakapan mahasiswa dengan dosen, kuliah kelas, dan diskusi kelompok. Aksennya lebih dominan Amerika. Kamu akan menjawab 28-39 soal dalam waktu sekitar 41-57 menit.

Format Reading

Reading IELTS menggunakan teks dari majalah, jurnal, buku, dan koran yang ditujukan untuk pembaca umum dengan pendidikan tinggi. Total ada 40 pertanyaan dari 3 bacaan panjang.

Reading TOEFL iBT menggunakan teks yang lebih bersifat akademik formal, mirip dengan teks buku pelajaran universitas. Kamu menjawab 20-30 pertanyaan dari 2-3 bacaan.

Format Speaking: Inilah Perbedaan Paling Signifikan

IELTS Speaking dilakukan dalam format wawancara tatap muka (face-to-face interview) dengan examiner manusia selama 11-14 menit. Kamu berbicara langsung seperti percakapan nyata. Banyak orang yang merasa tes ini lebih natural dan lebih mudah mengekspresikan diri.

TOEFL iBT Speaking sepenuhnya dilakukan di depan komputer. Kamu merekam jawaban sendiri setelah mendengar pertanyaan. Tidak ada interaksi manusia. Bagi sebagian orang ini terasa lebih menegangkan karena harus berbicara ke microphone tanpa feedback langsung.

Tips: Kalau kamu tipe orang yang lebih percaya diri saat berinteraksi langsung, IELTS cenderung lebih cocok. Kalau kamu lebih nyaman berbicara tanpa tekanan tatap muka, TOEFL bisa jadi pilihan.

Format Writing

Writing IELTS terdiri dari dua task. Task 1 meminta kamu mendeskripsikan grafik, diagram, atau proses dalam minimal 150 kata. Task 2 adalah essay argumentatif minimal 250 kata.

Writing TOEFL iBT terdiri dari Integrated Task (membaca teks, mendengar ceramah, lalu menulis respons yang menggabungkan keduanya) dan Independent Task (essay pendapat pribadi). Format ini lebih kompleks karena melibatkan kemampuan multitasking antara membaca, mendengarkan, dan menulis.

4. Sistem Skor IELTS vs TOEFL: Cara Membacanya

Ini yang sering bikin bingung: IELTS pakai band 0–9, sedangkan TOEFL pakai poin 0–120. Keduanya tidak bisa dibandingkan langsung, tapi ada konversi umum yang biasa dipakai universitas:

Perbandingan Level IELTS dan TOEFL iBT

LevelIELTS BandTOEFL iBTKeterangan
Dasar5.0 – 5.535 – 45Persyaratan diploma atau pathway
Menengah6.0 – 6.560 – 78S1 sebagian besar universitas
Atas7.0 – 7.590 – 100S1 atau S2 universitas riset (Go8, Russell Group)
Mahir8.0+110+Top tier university atau jurusan hukum dan kedokteran

* Skor yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung universitas dan jurusan yang dipilih. 

Kalau kamu mau kuliah di universitas Go8 Australia, umumnya dibutuhkan IELTS minimal 6.5 untuk program S1 dan 7.0 untuk program S2. Sementara untuk Russell Group Universities di Inggris, beberapa program bahkan mensyaratkan IELTS 7.5 ke atas.

5. IELTS atau TOEFL: Mana yang Lebih Mudah?

Pertanyaan ini tidak punya jawaban tunggal karena bergantung sepenuhnya pada profil kemampuan bahasa Inggrismu. Tapi secara umum, ada pola yang bisa dijadikan panduan:

Pilih IELTS kalau kamu:

  • Lebih terbiasa dengan aksen dan ekspresi Inggris British atau Australian
  • Lebih percaya diri saat berbicara langsung dengan orang (speaking interview)
  • Punya kemampuan menulis deskriptif yang baik (karena task 1 writing-nya analitik)
  • Mau kuliah di Australia, UK, Selandia Baru, Kanada, atau Eropa
  • Lebih suka membaca teks dari konteks kehidupan nyata, bukan hanya akademik murni

Pilih TOEFL iBT kalau kamu:

  • Lebih familiar dengan gaya bahasa dan aksen Amerika
  • Nyaman berbicara ke microphone tanpa interaksi langsung
  • Pandai mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber (reading + listening + writing sekaligus)
  • Mau kuliah di Amerika Serikat atau universitas yang secara spesifik mensyaratkan TOEFL
  • Sudah sering belajar dari materi akademik berbahasa Inggris Amerika

Bagi kamu yang targetnya kuliah di Australia atau mau apply ke universitas Go8, IELTS adalah pilihan yang jauh lebih relevan karena hampir semua universitas di Australia menerima dan bahkan memprioritaskan IELTS Academic.

6. Berapa Biaya Tes IELTS dan TOEFL di Indonesia?

Biaya kedua tes ini relatif mirip, tapi ada perbedaan kecil yang perlu kamu pertimbangkan:

IELTS Academic: Berkisar antara Rp 3.200.000-Rp 3.500.000 tergantung penyelenggara (British Council atau IDP) dan kota tempat tes. Kamu bisa memilih format paper-based atau computer-delivered.

TOEFL iBT: Berkisar antara Rp 3.000.000-Rp 3.400.000. Semua dilakukan secara online (internet-based), dan hanya bisa dilakukan di test center resmi ETS.

Selain biaya tes, pertimbangkan juga biaya persiapan belajar seperti kursus, buku, dan tes simulasi. Jika kamu harus retake karena skor tidak tercapai, biayanya akan berlipat. Makanya, pastikan persiapan kamu matang sebelum jadwal tes.

Kamu bisa cek semua informasi seputar persiapan IELTS di halaman khusus Edlink+ConneX yang menyediakan panduan dan rekomendasi persiapan terbaik.

7. Mana yang Diterima di Australia, Inggris, dan Amerika?

Ini adalah pertanyaan paling penting yang harus kamu jawab sebelum memilih:

Australia: Hampir semua universitas di Australia, termasuk 8 universitas Go8, menerima IELTS Academic. Beberapa juga menerima TOEFL, tapi IELTS jauh lebih umum dan direkomendasikan. Jika kamu mau apply ke Monash, University of Melbourne, atau universitas Go8 lainnya, IELTS adalah pilihan aman.

Inggris: Russell Group Universities seperti University of Edinburgh dan Durham University umumnya mensyaratkan IELTS Academic. Untuk keperluan visa UK, dibutuhkan IELTS UKVI secara spesifik.

Amerika Serikat: Mayoritas universitas AS mensyaratkan TOEFL iBT, meski sebagian besar juga mulai menerima IELTS. Kalau target utama kamu memang Amerika, TOEFL adalah pilihan lebih aman.

Selandia Baru, Kanada, Singapura, Eropa: Secara umum keduanya diterima, tapi IELTS lebih dominan. Jika kamu mau kuliah di Singapura atau kuliah di New Zealand, cek persyaratan spesifik masing-masing universitas.

8. Tips Persiapan Tes: IELTS vs TOEFL

Tips Persiapan IELTS

  • Biasakan mendengar aksen British dan Australian dari podcast, film, atau berita BBC
  • Latih speaking dengan cara berbicara di depan cermin atau rekam diri sendiri
  • Untuk task 1 writing, perbanyak latihan mendeskripsikan grafik, tabel, dan diagram
  • Kerjakan soal latihan dari Cambridge IELTS Official Practice Tests
  • Fokus pada time management karena setiap sesi punya batas waktu ketat

Tips Persiapan TOEFL iBT

  • Biasakan membaca artikel akademik dari jurnal, Scientific American, atau NY Times
  • Latih integrated task dengan cara membaca teks + mendengar audio + merangkum dalam tulisan
  • Rekam suara sendiri dan dengarkan kembali untuk memperbaiki pronunciation dan fluency
  • Manfaatkan resource resmi dari situs ETS yang menyediakan tes simulasi gratis
  • Fokus pada note-taking saat listening karena kamu tidak bisa memutar ulang audio

 

Apapun tes yang kamu pilih, persiapan yang matang adalah kunci. Jika kamu butuh panduan memilih tes yang tepat berdasarkan universitas tujuanmu, konsultasikan langsung bersama Edlink+ConneX. Kami siap membantu memastikan semua dokumen aplikasimu sesuai dengan persyaratan kampus impian.

Baca Juga: Artikel Terkait dari Edlink+ConneX

Setelah tahu beda IELTS dan TOEFL, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan semua dokumen dan strategi aplikasi kuliah ke luar negeri. Baca artikel-artikel ini untuk persiapan yang lebih matang:

FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Soal IELTS vs TOEFL


1. Apakah IELTS lebih mudah dari TOEFL?

Tidak ada yang secara objektif lebih mudah. Tingkat kesulitan sangat bergantung pada latar belakang dan gaya belajar masing-masing. Jika kamu lebih familiar dengan aksen British dan komunikasi langsung, IELTS bisa terasa lebih nyaman. Sebaliknya, jika terbiasa dengan konteks akademik Amerika, TOEFL bisa lebih cocok.


2. Kalau mau kuliah di Australia, harus pakai IELTS atau TOEFL?

Sebagian besar universitas di Australia menerima IELTS Academic dan menjadikannya standar utama. TOEFL juga diterima di beberapa kampus, tetapi IELTS lebih umum digunakan. Untuk universitas top seperti Group of Eight, skor IELTS yang diminta biasanya sekitar 6.5 hingga 7.0 tergantung program.


3. Berapa kali boleh mengulang tes IELTS atau TOEFL?

Tidak ada batasan resmi jumlah pengulangan. Untuk IELTS, kamu bisa langsung mendaftar ulang setelah tes sebelumnya. Untuk TOEFL iBT, kamu bisa mengulang setelah tiga hari. Namun, setiap retake akan menambah biaya yang cukup signifikan.


4. Apakah nilai IELTS dan TOEFL bisa digunakan untuk apply beasiswa?

Ya, keduanya diterima oleh banyak program beasiswa internasional seperti LPDP, Australia Awards, Chevening, dan DAAD. Pastikan kamu memenuhi skor minimum yang disyaratkan oleh masing-masing program beasiswa.


5. Berapa lama masa berlaku skor IELTS dan TOEFL?

Skor IELTS dan TOEFL berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan waktu tes agar masih valid saat proses pendaftaran universitas atau beasiswa.

Tips: Pilih tes berdasarkan tujuan negara dan gaya belajarmu, bukan hanya ikut tren.

Bingung Mulai dari Mana? Edlink+ConneX Siap Membantu!

Memilih antara IELTS dan TOEFL adalah salah satu keputusan awal yang akan mempengaruhi seluruh perjalanan aplikasimu. Salah pilih bisa berarti tes ulang dan delay keberangkatan.

Di Edlink+ConneX, kami tidak hanya membantu kamu memilih tes yang tepat, tapi juga mendampingi seluruh proses, mulai dari pemilihan universitas, persiapan dokumen, hingga pengajuan visa. Seluruh layanan konsultasi kami gratis, dan kami bermitra langsung dengan ratusan universitas terbaik di Australia, Inggris, Selandia Baru, Singapura, dan masih banyak lagi.

Hubungi konselor Edlink+ConneX sekarang dan mulai perjalanan studi luar negerimu dengan langkah yang benar! Konsultasi Gratis Sekarang

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *